KPP PRATAMA MAROS

BOLA SIMA

PETUNJUK PENGISIAN SPT TAHUNAN PPH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI SANGAT SEDERHANA (1770SS)

Tinggalkan komentar

Bagaimana yang dimaksud Wajib Pajak Orang Pribadi yang dapat menggunakan SPT Tahunan PPh 1770SS?

Wajib Pajak yang :

  • mempunyai  penghasilan  selain  dari usaha dan/atau pekerjaan bebas
  • jumlah  penghasilan  bruto  tidak  lebih dari Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun.

Batasan penghasilan bruto tersebut meliputi keseluruhan penghasilan selain penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas.

 

PETUNJUK UMUM

  • Wajib Pajak wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan dengan benar, lengkap, jelas dan menandatanganinya.
  • Wajib Pajak harus mengambil sendiri  formulir SPT Tahunan  dan  menyampaikannya  paling  lambat  3 (tiga) bulan setelah tahun pajak berakhir.
  • Dalam mengisi kolom-kolom yang berisi nilai Rupiah, harus tanpa nilai desimal. Contoh: dalam menuliskan sepuluh   juta   rupiah   adalah:   10.000.000  (bukan

    10.000.000,00) atau dalam menuliskan seratus dua puluh  lima  rupiah  lima   puluh  sen   adalah:  125 (bukan 125,50).

  • Kekurangan    pembayaran    pajak    yang    terutang berdasarkan SPT Tahunan harus dibayar lunas sebelum SPT  Tahunan disampaikan. Apabila pembayaran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen)  perbulan  yang  dihitung  mulai  dari berakhirnya batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan  Tahunan  sampai  dengan  tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.
  • Apabila   SPT   Tahunan   tidak   disampaikan  dalam jangka  waktu  yang  ditetapkan  atau  dalam  batas waktu perpanjangan penyampaian SPT Tahunan, kepada Wajib Pajak akan dikirimkan Surat Teguran dan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah).
  • Wajib Pajak yang karena kealpaannya atau dengan sengaja tidak menyampaikan SPT Tahunan atau menyampaikan SPT Tahunan tetapi isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dapat dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi pidana.
  • Wajib    Pajak    tidak    perlu    melampirkan    bukti pemotongan PPh Pasal 21 (1721-A1 atau 1721 A2)

PETUNJUK KHUSUS

download.png

Tahun Pajak

Kolom  Tahun  Pajak  diisi  dengan  tahun  pajak  yang sesuai.  Contoh  :  Atas  pelaporan  SPT  Tahunan  untuk tahun pajak 2015, maka kolom tahun pajak diisi dengan 2015.

 

SPT Pembetulan ke- …..

Kotak SPT Pembetulan diisi dengan tanda silang (X) dan kolom Ke- … diisi dengan angka banyaknya melakukan pembetulan jika Wajib Pajak menyampaikan SPT Pembetulan.   Jika   Wajib   Pajak   menyampaikan   SPT normal  maka kotak SPT Pembetulan dan kolom Ke- … tersebut tidak perlu diisi.

 

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nama Wajib Pajak

Kolom ini diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak dan nama Wajib Pajak.

A. Pajak Penghasilan

1. Penghasilan bruto dalam negeri sehubungan dengan  pekerjaan  dan  penghasilan neto dalam negeri lainnya

Jumlah penghasilan bruto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan dapat diisi  dengan jumlah penghasilan bruto yang tercantum   pada   bukti   pemotongan   PPh 1721-A1  angka  8 atau  1721-A2  angka  11 atau bukti pemotongan PPh Pasal 21 (tidak final). Apabila Wajib Pajak memperoleh penghasilan lebih dari satu pemberi kerja maka kolom  ini  diisi  dengan  hasil penjumlahan dari keseluruhan penghasilan bruto yang tercantum pada setiap bukti pemotongan PPh Pasal 21 yang diterimanya

Penghasilan neto dalam negeri lainnya di antaranya meliputi royalti, sewa selain sewa tanah dan/atau bangunan, hadiah perlombaan,  keuntungan  pengalihan  harta dll.

 

2. Pengurangan

Pengurangan ini merupakan pengurangan atas penghasilan bruto dalam negeri sehubungan dengan  pekerjaan  yang  meliputi  biaya  jabatan, biaya pensiun serta iuran pensiun dan iuran THT yang dibayarkannya oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. Kolom ini  dapat diisi dengan jumlah pengurangan yang  tercantum  pada  bukti  pemotongan  PPh 1721-A1 angka 11 atau 1721-A2 angka 14.

 

3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Kolom   ini   diisi   dengan   jumlah   PTKP   yang tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1 angka 15 atau 1721-A2 angka 18.

TK         : tidak kawin

K           : kawin

K/I         :  kawin,  isteri  mempunyai  penghasilan yang digabung dengan penghasilan suami

Berdasarkan status Anda, isilah kotak yang terdapat pada sebelah kanan status tersebut dengan angka banyaknya jumlah tanggungan, paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga.

Status PTKP
K/0 58.500.000
K/1 63.000.000
K/2 67.500.000
K/3 72.000.000

 

Berikut  ini  tabel  besarnya  PTKP  dalam  setiap status dan banyaknya tanggungan:

 

Status PTKP
TK/0 54.000.000
TK/1 58.500.000
TK/2 63.000.000
TK/3 67.500.000

 

Status PTKP
K/I/0 112.500.000
K/I/1 117.000.000
K/I/2 121.500.000
K/I/3 126.000.000

 

PTKP   bagi   masing-masing   suami- isteri  yang telah hidup  berpisah (HB) untuk diri masing- masing W ajib  Pajak  diperlakukan seperti W ajib Pajak  Tidak  Kawin  sedangkan tanggungan sesuai dengan kenyataan sebenarnya yang diperkenankan.

 

4. Penghasilan Kena Pajak

Kolom ini diisi dengan hasil penghitungan atas kolom pada angka 1 – 2 – 3

Untuk keperluan penghitungan tarif pajak, jumlah penghasilan  kena  pajak  dibulatkan  ke  bawah dalam ribuan rupiah penuh.

 

 

5. Pajak Penghasilan Terutang (PPh Terutang)

Kolom ini diisi dengan penerapan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas Penghasilan Kena Pajak, sebagai berikut:

Penghasilan Kena Pajak tarif Pajak
Sampai dengan Rp50.000.000 5%
Di atas Rp50.000.000 s.d. Rp250.000.000 15%
Di atas Rp250.000.000 s.d. Rp500.000.000 25%
Di atas Rp500.000.000 30%

 

 

6. Pajak Penghasilan yang sudah dipotong oleh pihak lain

Kolom ini diisi dengan jumlah Pajak Penghasilan yang sudah dipotong yang tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1 angka 20, 1721-A2 angka   23   dan/atau   bukti   pemotongan   PPh Pasal 21 (yang tidak bersifat final).

 

7. Pajak Penghasilan yang harus dibayar sendiri atau Pajak Penghasilan yang lebih dipotong

Beri tanda silang pada kotak Pajak Penghasilan yang  harus  dibayar  sendiri  dan  lampirkan  asli SSP lembar ke-3 apabila nilai pada angka 5 lebih besar dibandingkan dengan nilai pada kolom 6.

Beri tanda silang pada kotak Pajak Penghasilan yang lebih dipotong  apabila nilai pada angka 6 lebih  besar  dibandingkan  nilai  pada  kolom  5. Kolom  rupiah  diisi  dengan  selisih  antara  nilai pada angka 5 – 6.

 

Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final dan yang Dikecualikan dari Objek Pajak

8. Dasar  Pengenaan   Pajak/Penghasilan   Bruto Penghasilan Final

Jenis-jenis  penghasilan  yang   dikenakan   PPh final   meliputi   bunga   deposito   dan   tabungan, hadiah undian, penghasilan dari honorarium atas beban  APBN/APBD,  uang  pesangon,  uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, dan jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus, penghasilan dari  pengalihan  hak  atas  tanah  dan/atau bangunan,   penghasilan   dari   persewaan   atas tanah dan/atau bangunan, bunga simpanan yang dibayarkan  oleh  koperasi  kepada  anggota koperasi, dividen, penghasilan isteri dari satu pemberi kerja, penghasilan penjualan saham yang diperdagangkan di bursa efek

 

9. Pajak Penghasilan Final terutang

Kolom ini diisi dengan jumlah PPh Final yang terutang

 

10. Penghasilan yang   Dikecualikan   dari   Objek Pajak

Jenis-jenis penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak meliputi bantuan/sumbangan/hibah, warisan, bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota  dari  perseroan  komanditer  yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif, penggantian atau santunan asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna, beasiswa, penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan, beasiswa.

 

 

Daftar Harta dan Kewajiban

11. Jumlah Keseluruhan Harta yang Dimiliki pada Akhir Tahun Pajak

Kolom ini diisi dengan jumlah nilai perolehan dari seluruh harta  yang  dimiliki/dikuasai  Wajib Pajak dan  anggota  keluarganya  sesuai  dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Contoh : rumah, kendaraan bermotor, kebun, sawah, deposito, tabungan dan lain-lain.

 

12. Jumlah Keseluruhan   Kewajiban/utang   pada Akhir Tahun Pajak

Diisi dengan jumlah seluruh utang yang diperoleh/dimiliki Wajib Pajak dan anggota keluarganya, termasuk utang bunga. Contoh: pinjaman bank atau koperasi.

 

Bagian terakhir yang wajib diisi adalah tanggal pembuatan SPT tersebut serta tanda tangan dan nama terang dari Wajib Pajak yang bersangkutan. Sebelum menyelesaikan bagian tersebut hendaknya membaca pernyataan terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s