KPP PRATAMA MAROS

BOLA SIMA

Islam, Kewajiban Seorang Muslim Atas Ilmu Dan Hartanya

Tinggalkan komentar

IMG-20160129-WA0002

Imam Abu Yusuf Rahimahullah adalah seorang ulama besar di jaman kekhalifahan Abbasiyah. Walaupun beliau mempunyai kesibukan yang luar biasa karena jabatannya sebagai hakim, akan tetapi beliau masih mempunyai semangat atas ilmu yang luar biasa. Bahkan di saat detik-detik terakhir hidupnya, beliau masih saja memikirkan tentang ilmu.

Saat itu, menjelang kematian beliau, murid-murid beliau datang menjenguk beliau. Salah seorang dari muridnya bernama Ibrahim bin Al Jirah Al Mishri. Ketika dijenguk beliau dalam keadaan tak sadarkan diri. Ketika sadar, bukannya menanyakan tentang kesehatannya, beliau malah bertanya tentang suatu kasus.

Tentu saja, hal tersebut membuat muridnya menjadi heran. Namun melihat semangat beliau yang tak redup atas ilmu walaupun dalam keadaan susah payah, maka muridnya pun mengikuti kemauan beliau. Imam Abu Yusuf Rahimahullah bertanya kepada Ibrahim, hal mana yang lebih utama, melempar jimarat dengan berjalan kaki atau melempar dengan naik kendaraan. Ibrahim mencoba menjawab pertanyaan tersebut dua kali, hingga dengan adab seorang murid beliau meminta kepada gurunya menjelaskan pendapat yang benar. Abu Yusuf mengatakan,” Jika bermaksud berhenti, untuk berdoa di tempat itu, maka lebih utama berjalan. Jika tidak, maka lebih utama naik kendaraan.”

Ternyata itulah pengajaran terakhir Imam Abu Yusuf kepada muridnya. Setelah Ibrahim meninggalkan gurunya dan sampai di pintu rumah gurunya, terdengarlah jeritan untuk gurunya yang menandakan beliau telah wafat.

Ini adalah kisah pengantar yang diceritakan Ustadz Surya Darma Lc Hafizhahullah dalam rangka pengajian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maros . Acara yang diikuti pegawai KPP Pratama Maros ini diadakan pada hari Kamis, 28 Januari 2016 di Mesjid Baiturrahman. Ustadz Surya membawakan tema “Kewajiban Seorang Muslim Atas Ilmu dan Hartanya”.

Dalam ceramahnya, beliau menuturkan, sebagai seorang muslim hendaknya kita mempunyai kepedulian atas ilmu dan menunaikan kewajiban atas harta kita. Selain atas ilmu, kita juga mempunyai kewajiban atas harta kita karena pada hakikatnya harta itu adalah milik Allah Azza wa Jalla.

Kewajiban kita atas harta adalah utamanya dalam hal zakat. Selain itu ada pula peluang menambah amal melalui sedekah, infak, dan wakaf. Ustadz Surya juga bercerita bahwa pajak pun mempunyai jejak dalam sejarah Islam. Oleh karenanya, Imam Abu Yusuf Rahimahullah mengarang kitab Al-Kharaj yang poin utamanya adalah masalah pajak dalam pandangan Islam.

Ustadz Surya juga menceritakan kiat yang dilakukan oleh Imam Al Ghazali Rahimahullah untuk menterapi sifat-sifat jelek dalam jiwa kita. Terapi itu dengan melakukan kebalikan dari sifat jelek yang kita miliki. Sebagai contoh, bila kita kikir, maka terapinya dengan rajin bersedekah. Diharapkan dengan melakukan hal tersebut, maka lama-kelamaan sifat jelek tersebut akan terganti dengan sifat yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s