KPP PRATAMA MAROS

BOLA SIMA

ICV Tarhib Ramadhan : Bekal Menuju Puasa yang Berkualitas

Tinggalkan komentar

Tarhib Ramadhan

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1436 H, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maros mengadakan Internal Corporate Value (ICV) bertema “Tarhib Ramadhan : Persiapan Menuju Bulan Puasa” di Mesjid Baiturrahman, Maros. Dalam kegiatan yang dimulai dari pukul 11.00 WITA, 03 Juni 2015, KPP Pratama Maros mengundang Ustadz Surya Darma Lc sebagai pembicara.

Ustadz Surya Darma Lc merupakan salah seorang dai yang cukup populer di kota Makassar. Kepopuleran beliau terutama dalam bidang sirah (sejarah) keislaman. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar dan LIPIA Jakarta. Beliau juga sempat mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Tk I Sulawesi Selatan.

Dalam ceramahnya Ustadz Surya mengungkapkan beberapa keutamaan puasa utamanya di bulan Ramadhan. Keutamaan tersebut adalah salah satunya pahala yang berlimpah ruah ketika kita menjalankan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadhan. Sebagai seorang muslim, selayaknya kita berusaha mengejar keutamaan tersebut sebisa mungkin.

Dia mengungkapkan di jaman sahabat, ada sahabat yang terbiasa melakukan puasa ada pula sahabat yang melakukan puasa secara umum hanya di bulan Ramadhan saja. Salah satu sahabat bernama Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat yang paling kuat berpuasa seperti yang dikabarkan melalui hadits berikut ini :

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنِّى أَقُولُ وَاللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ ، وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ ، مَا عِشْتُ . فَقُلْتُ لَهُ قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى . قَالَ « فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ ، فَصُمْ وَ أَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا ، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَهْوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ » .فَقُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ »

“‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat kabar bahwa ‘Abdullah berkata, “Demi Allah aku akan berpuasa di siang hari dan aku shalat di malam hari terus menerus sesuai kemampuanku.” Kemudian ‘Abdullah mengatakan bahwa ia telah mengatakan seperti itu sembari bersumpah dengan ayah dan ibunya. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh engkau tidak bisa melakukan seperti itu. Cukuplah berpuasa sehari dan luangkan waktu untuk tidak puasa. Dirikanlah shalat malam, namun tetap tidurlah. Atau berpuasalah setiap bulannya minimal tiga hari karena satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Jika demikian, hitungannya sama saja dengan puasa dahr (setahun penuh)“. ‘Abdullah berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa dua hari“. ‘Abdullah berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Beliau bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa sehari. Inilah yang disebut puasa Daud ‘alaihis salam. Puasa Daud inilah sebaik-baik puasa“. ‘Abdullah masih berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih afdhol dari itu” (HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1159).

Ustadz Surya mengungkapkan, ada pula sahabat yang tidak terlalu banyak berpuasa selain di bulan Ramadhan dengan alasan agar dapat lebih kuat pada ibadah yang lain. Masing-masing dari mereka mempunyai keutamaannya masing-masing disesuaikan dengan niatnya.

Lebih lanjut ustadz Surya mendorong kepada para peserta pengajian untuk terus menerus berdoa utamanya di bulan suci Ramadhan nanti. Beliau mengungkapkan bahwa doa adalah ibadah yang mulia yang disukai oleh Allah. Dalam berdoa, seorang hamba harus mengutamakan adab-adab berdoa. Jangan sampai ketika berdoa, kita merasa bahwa doa kita tidak diterima. Ada kalanya doa ditunda karena begitu sukanya Allah Azza wa Jalla melihat hamba tersebut berdoa. Menurutnya, jarak antara doa Nabi Musa ‘Alaihissalam mengenai Fira’un adalah 23 tahun. Dengan demikian, bisa jadi doa kita itu masih memerlukan waktu sebelum benar-benar terwujud.

Hal lain yang sebaiknya dilakukan di bulan Ramadhan adalah menamatkan Al-Qur’an. Para salafusshalih  di bulan Ramadhan berusaha menamatkan Al-Qur’an sebanyak mungkin. Hal ini karena keutamaan membaca kitab suci tersebut yang besar. Oleh karenanya, ustadz mendorong agar jema’ah meniru kebiasaan tersebut.

Perluasan Mesjid Baiturrahman

                Dalam  kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maros, Muhammad Sukri Subki mengungkapkan kebahagiaannya. Kebahagiaan tersebut disebabkan Mesjid Baiturrahman kini telah diperluas melalui partisipasi karyawan KPP Pratama Maros.

Sukri berharap dengan adanya perluasan tersebut maka akan memberikan kenyamanan kepada para jemaah. Sukri juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan kegiatan rutin yang akan dilakukan di bulan Ramadhan, yaitu kegiatan KPP Pratama Maros yang melibatkan panti asuhan. Beliau berharap bahwa kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik melalui sinergi pegawai KPP Pratama Maros.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s