KPP PRATAMA MAROS

BOLA SIMA

KUNJUNGAN DIREKTUR KITSDA DAN KOMITMEN UNTUK WBK/WBBM

Tinggalkan komentar

IMG_8730

Hari kamis, 28 Mei 2015, Imam Arifin, Direktur Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (Direktorat Kitsda), berkunjung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maros. Kunjungan ini dalam rangka dukungan terhadap diusulkannya KPP Pratama Maros untuk ditetapkan menjadi Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

            Dalam kunjungan ini, Imam melakukan pemaparan di hadapan seluruh pegawai KPP Pratama Maros. Dalam pemaparan yang dilakukan di Aula KPP Pratama Maros tersebut, Imam menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi terkini Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

            Berdasarkan APBN-P 2015, target yang diamanahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak adalah sebesar 1, 294 Triliun rupiah atau 74 % dari total target pendapatan negara tahun 2015. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergi yang berkualitas. Sinergi berkualitas tersebut diharapkan menjadi penopang dalam terwujudnya penerimaan negara.

            Imam mengungkapkan untuk membanguan situasi kerja yang baik diperlukan peran pimpinan (Leader), peran anggota organisasi selain pimpinan, serta prinsip Plan, Do, Check, Act. Pimpinan berperan dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota dalam organisasi, memberikan inpirasi/menjadi role model dalam pencapaian tujuan. Anggota organisasi lainnya berperan memahami dan melaksanakan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya.  Plan, Do, Check, Act berarti pegawai melaksanakan pekerjaan dengan menerapkan etos kerja dan prinsip manajemen/organisasi yang baik, dengan senantiasa membuat perencanaan terlebih dahulu, mengerjakannya hingga tuntas, memonitoring hasil, dan menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan.

            Imam memberikan contoh sinergi yang baik ketika Kegiatan Visit dilakukan oleh Account Representative. Jika diibaratkan kegiatan visit adalah sebuah mobil, tentu saja memerlukan berbagai komponen agara mobil tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya. Seksi Waskon atau AR diibaratkan setir yang dapat mengendalikan arah laju mobil.Seksi PDI menyediakan data dan alat keterangan membantu AR yang diibaratkan dengan dashboard mobil yang menyediakan data-data terkait berjalannya mobil. Di lain pihak, Subbag Umum dan Kepatuhan Internal (KI) menyiapkan kendaraan dinas, ST, dan SPD yang diibaratkan bahan bakar untuk mobil tersebut. Selain itu Subbag Umum dan KI juga berperan sebagai sebuah rem bila dihibungkan dengan fungsi pengawasan kepatuhan internal.

            Dalam kegiatan tersebut, Imam menjelaskan tentang tugas Unit Kepatuhan Internal dan Peningkatan Disiplin PNS. Disiplin PNS utamanya dalam hal pengenaan pakaian yang rapi dan sopan. Pegawai Kementerian Keuangan juga dilarang merokok di dalam geduang Kementerian Keuangan dan menjaga disiplin kerja. Imam mengharapkan Unit Kepatuhan Internal dapat melakukan pengawasan secara maksimal, sehingga terwujud peningkatan disiplin PNS yang diharapkan.

            Dalam kesempatan tersebut Imam mengungkapkan dukungannya terhadap dukungan terhadap diusulkannya KPP Pratama Maros untuk Ditetapkan Menjadi Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dia berharap KPP Pratama Maros dapat melangkah menuju yang terbaik.

            Maju terus KPP Pratama Maros!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s