KPP PRATAMA MAROS

BOLA SIMA


Tinggalkan komentar

Sudah Tau Apa Saja Kewajiban Wajib Pajak?

Pajak dapat dikatakan sebagai bensin negara, dimana pajak adalah salah satu sumber penerimaan yang terbesar bagi negara Indonesia. Apabila bensinnya tidak ada, maka negara pun akan macet. Pajak tidak lepas dari aktivitas kehidupan sehari – hari masyarakat, dalam hal ini bahwa pajak dan masyarakat saling terikat dan masyarakat pun memberikan kontribusinya melalui kewajiban pajak yang dilakukannya. Negara bisa menutupi pengeluaran rutin negara, membayar hutang negara, memberikan subsidi, membangun jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, stadion sepak bola, dan fasilitas publik lainnya dengan pajak.

 

Kapan kewajiban pajak itu timbul?

Kewajiban pajak timbul setelah memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu syarat subjektif dan objektif. Setiap jenis pajak tentu memiliki subjek pajak dan objek pajak. Secara sederhana, objek pajak merupakan sumber penghasilan yang dikenakan pajak. Sedangkan subjek pajak merupakan perorangan atau badan yang ditetapkan menjadi subjek pajak.

 

Apa yang dilakukan setelah memperoleh NPWP?

Sistem perpajakan di Indonesia menerapkan sistem self assessment, dimana Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk melakukan sendiri kewajiban perpajakannya. Ada 4 (empat) kewajiban wajib pajak yang harus dipenuhi, untuk lebih mudahnya dapat disingkat menjadi 4M.

  1. Mendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Langkah pertama dalam menjalankan sistem self assessment adalah dengan mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar sesuai alamat domisili pada KTP atau online melalui sistem e-registration. Peraturan lebih jelasnya dapat dilihat pada PMK -182/PMK.03/2015.

  1. Menghitung dan Memperhitungkan Pajak

Setelah terdaftar sebagai Wajib Pajak maka perlu menghitung jumlah pajak yang seharusnya terhutang.  Perhitungan dilakukan sesuai tarif yang berlaku. Ada 4 (empat) tarif yang bisa digunakan sesuai sumber penghasilan yang diperoleh, yaitu Tarif PPh Pasal 17 bagi karyawan, Tarif PPh Final UMKM / Tarif Final PP 23 sebesar 0,5%, Tarif Norma Penghitungan Penghasilan Neto,  serta Tarif PPh Badan sebesar 25%.

  1. Menyetor Pajak ke Kas Negara

Penyetoran pajak dapat dilakukan dengan cara membuat kode billing (e-billing) terlebih dahulu. Pembuatan kode billing (kode unik pembayaran)  dapat dilakukan melalui djponline atau ATM Mandiri. Setelah memperoleh kode billing, Wajib Pajak melakukan penyetoran pajaknya melalui Bank, ATM / kantor pos terdekat. Jika Wajib Pajak merupakan seorang pegawai di sebuah perusahaan atau seorang PNS, maka Anda mendapat fasilitas dihitungkan dan dibayarkan pajaknya oleh perusahaan/instansi tempat bekerja.

  1. Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan

Kewajiban terakhir adalah melaporkan pajak yang telah disetor dengan menggunakan formulir SPT Tahunan. Kewajiban inilah yang paling sering dilupakan oleh Wajib Pajak. Padahal jika tidak atau terlambat melaporkan SPT Tahunan, akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 100.000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan Rp 1000.000 untuk Wajib Pajak Badan. Pelaporan SPT Tahunan  bisa dilakukan secara manual (dalam bentuk fisik) ke KPP terdekat atau dikirim melalui kantor pos serta dapat juga dilakukan secara online melalui e-filing.


Tinggalkan komentar

DJP Luncurkan Aplikasi iKSWP, Satu Aplikasi Untuk Tiga Layanan

Konfirmasi Status Wajib Pajak adalah kegiatan yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah sebelum memberikan layanan publik tertentu untuk memperoleh keterangan status Wajib Pajak. Konfirmasi berupa Keterangan Status Wajib Pajak diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Untuk mempermudah pelayanan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan aplikasi informasi Konfirmasi Status Wajib Pajak (iKSWP) yang bisa diakses melalui DJP Online https://djponline.pajak.go.id .

Informasi lebih lanjut mengenai layanan yang dapat diakses melalui aplikasi iKSWP dapat diunduh pada berkas SP 08 – Aplikasi KSWP (FINAL)


Tinggalkan komentar

Kegiatan Renovasi dan Pengembangan Masjid Baitul Rahman

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Masjid adalah pusat ibadah dan pembinaan ukhuwah Islamiyah, oleh karena itu keberadaannya mutlak diperlukan guna membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak mulia dengan tujuan akhir mendapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Sebagai bentuk aktualisasi keimanan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Baitul Rahman bersama seluruh pegawai di lingkungan KPP Pratama Maros senantiasa memakmurkan masjid dengan memberikan layanan yang optimal kepada jamaah dengan sarana prasarana yang memadai untuk ibadah sholat lima waktu serta serangkaian kegiatan keislaman (sholat berjamaah dan kajian Islam) yang diikuti Pegawai KPP Pratama Maros maupun oleh pegawai kantor lain dan masyarakat disekitar KPP Pratama Maros.

Namun mengingat ukuran Masjid yang kecil tentunya tidak dapat menampung jamaah dalam jumlah banyak (terutama ketika tiba waktunya Sholat Jumat) sehingga DKM Baitul Rahman berusaha berbenah dengan melakukan renovasi dan pengembangan masjid.


Tinggalkan komentar

Punya banyak pertanyaan tentang #uangkita?

logo apbn 2019APBN adalah #Uangkita. Uang rakyat Indonesia yang digunakan sebesar – besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Daripada hanya berasumsi atau mendengar dari sumber yang tidak pasti, lebih baik langsung buka kemenkeu.go.id/APBN2019.

Setelah itu, barulah berbagi info ini ke yang lain ya ! Selamat beraktivitas.


Tinggalkan komentar

Apa sih E-Bupot itu?

E-Bupot adalah aplikasi berbasis web yang disediakan di situs  atau laman lain yang bisa digunakan untuk membuat Bukti Pemotongan, membuat dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 dan/atau 26 dalam bentuk dokumen elektronik.

Ada beberapa kemudahan yang bisa dimanfaatkan Wajib Pajak. Aplikasi ini bisa diakses di mana saja dan kapan saja karena berbasis web. Lalu pemotong pajak bisa membuat bukti potong sekaligus melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 lewat aplikasi E-Bupot.

Jadi pemotong pajak cukup membuka E-Bupot, memasukkan data yang diperlukan, lalu submit langsung pada halaman yang sama. Jika sudah diimplementasikan secara nasional, kelak Wajib Pajak tidak perlu laporan SPT Masa PPh Pasal 23/26 ke KPP lagi, cukup online.

Nah, ujicoba aplikasi E-Bupot akan dilakukan di beberapa KPP yang ditunjuk. Setelah itu barulah diimplementasikan secara nasional. Selama proses ujicoba akan dilakukan evaluasi dan penyempurnaan bertahap, sehingga kelak bisa berjalan lancar saat diimplementasikan secara nasional.

Terakhir, dengan E-Bupot data dari Wajib Pajak dan Pemotong pajak akan disinkronisasi, jadi pengawasan pembayaran pajak bisa dipantau 2 (dua) belah pihak. Jadi aplikasi E-Bupot ini, mempermudah Wajib Pajak dan DJP juga lebih mudah untuk mengawasi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Tinggalkan komentar

Lomba Lagu Daerah Sadar Pajak (LLDSP) 2018

Yuk, ikut berkreasi menyuarakan pesan sadar pajak dalam bentuk lagu dengan lirik bahasa daerah kamu maisng-masing. Genrenya apapun boleh 🙂 Boleh pop, dangdut, keroncong, dangdur koplo, atau lainnya.

Bagaimana caranya Kak?

  1. Buat lagu dengan lirik bahasa daerahmu semenarik mungkin.
  2. Gunakan tema: “Membangun Kesadaran Pajak Melalui Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa yang Mandiri dan Sejahtera”.
  3. Karya lagu di upload di kanal Youtubedengan menggunakan akun oeserta lomba dan ditautkan ke akun @ditjenpajakri.
  4. Karya di unggah paling lambat tanggal 31 Oktober 2018, pukul 23.59 WIB

Pemenang akan diumumkan pada tanggal 5 November 2018.

Informasi lebih lanjut , silakan mengunjungi

http://edukasi.pajak.go.id/kegiatan/pekaninklusi2018/informasi-lomba-lagu.html

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.